Dongeng
- Persahabatan
- Asmara
- Perjuangan
- dll...
Pesan dalam dongeng mengandung arti bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan pengarang melalui karyanya.Untuk menemukan tema dan pesan yang terdapat pada dongeng, maka kita harus membaca atau mendengarkan cerita tersebut dengan seksama. Pada umumnya, dongeng disampaikan secara lisan. Jadi nenek moyang kita telah menurunkan warisan "Dongeng" secara turun temurun dari generasi ke generasi. Dongeng dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok, yaitu:
- Fabel
Dongeng yang diperankan oleh binatang yang dapat berbicara atau
bertingkah laku seperti manusia. Contoh : Kura-kura dan Sepasang Itik
Kura-kura dan Sepasang Itik
Seekor kura-kura, yang kamu tahu selalu membawa rumahnya di belakang punggungnya, dikatakan tidak pernah dapat meninggalkan rumahnya, biar bagaimana keras kura-kura itu berusaha. Ada yang mengatakan bahwa dewa Jupiter telah menghukum kura-kura karena kura-kura tersebut sangat malas dan lebih senang tinggal di rumah dan tidak pergi ke pesta pernikahan dewa Jupiter, walaupun dewa Jupiter telah mengundangnya secara khusus. Setelah bertahun-tahun, si kura-kura mulai berharap agar suatu saat dia bisa menghadiri pesta pernikahan. Ketika dia melihat burung-burung yang beterbangan dengan gembira di atas langit dan bagaimana kelinci dan tupai dan segala macam binatang dengan gesit berlari, dia merasa sangat ingin menjadi gesit seperti binatang lain. Si kura-kura merasa sangat sedih dan tidak puas. Dia ingin melihat dunia juga, tetapi dia memiliki rumah pada punggungnya dan kakinya terlalu kecil sehingga harus terseret-seret ketika berjalan.
Suatu hari dia bertemu dengan sepasang itik dan menceritakan semua masalahnya.
"Kami dapat menolongmu untuk melihat dunia," kata itik tersebut. "Berpeganglah pada kayu ini dengan gigimu dan kami akan membawamu jauh ke atas langit dimana kamu bisa melihat seluruh daratan di bawahmu. Tetapi kamu harus diam dan tidak berbicara atau kamu akan sangat menyesal."
Kura-kura tersebut sangat senang hatinya. Dia cepat-cepat memegang kayu tersebut erat-erat dengan giginya, sepasang itik tadi masing-masing menahan kedua ujung kayu itu dengan mulutnya, dan terbang naik ke atas awan.
Saat itu seekor burung gagak terbang melintasinya. Dia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya dan berkata:
"Kamu pastilah Raja dari kura-kura!"
"Pasti saja......" kura-kura mulai berkata.
Tetapi begitu dia membuka mulutnya untuk mengucapkan kata-kata tersebut, dia kehilangan pegangan pada kayu tersebut dan jatuh turun ke bawah, dimana dia akhirnya terbanting ke atas batu-batuan yang ada di tanah. Rasa ingin tahu yang bodoh dan kesombongan sering menyebabkan kesialan.
- Legenda
Dongeng kejadian/ menceritakan asal-usul tempat berdasarkan sejarah yang dihubungkan dengan keajaiban alam. Contoh : Legenda Tangkuban Perahu (Sangkuriang), Candi Prambanan
Berdasarkan legenda tersebut, diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Dayang Sumbi pun atas permitaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki diberi nama Sangkuriang.
Ketika Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, lalu dibunuhnya. Hati si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta Kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka.
Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah Timur akhirnya sampailah di arah Barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.
Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).
Kesesuaian dengan fakta geologi
Legenda Sangkuriang sesuai dengan fakta geologi terciptanya danau Bandung dan Gunung Tangkuban Parahu.
Penelitian geologis mutakhir menunjukkan bahwa sisa-sisa danau purba sudah berumur 125 ribu tahun. Danau tersebut mengering 16000 tahun yang lalu.
Telah terjadi dua letusan Gunung Sunda purba dengan tipe letusan Plinian masing-masing 105000 dan 55000-50000 tahun yang lalu. Letusan plinian kedua telah meruntuhkan kaldera Gunung Sunda purba sehingga menciptakan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang (disebut juga Gunung Sunda), dan Gunung Bukit Tunggul. Adalah sangat mungkin bahwa orang Sunda purba telah menempati dataran tinggi Bandung dan menyaksikan letusan Plinian kedua yang menyapu pemukiman sebelah barat sungai Citarum (utara dan barat laut Bandung) selama periode letusan pada 55000-50000 tahun yang lalu saat Gunung Tangkuban Parahu tercipta dari sisa-sisa Gunung Sunda purba. Masa ini adalah masanya homo sapiens; mereka telah teridentifikasi hidup di Australia selatan pada 62000 tahun yang lalu, semasa dengan Manusia Jawa (Wajak) sekitar 50000 tahun yang lalu.
Sangkuriang dan Falsafah Sunda
Menurut abah Surya atau abah Hidayat Suryalaga, mantan Rektor Itenas Bandung, legenda atau sasakala Sangkuriang dimaksudkan sebagai cahaya pencerahan (Sungging Perbangkara) bagi siapa pun manusianya (tumbuhan cariang) yang masih bimbang akan keberadaan dirinya dan berkeinginan menemukan jatidiri kemanusiannya (Wayungyang). Hasil yang diperoleh dari pencariannya ini akan melahirkan kata hati (nurani) sebagai kebenaran sejati (Dayang Sumbi, Rarasati). Tetapi bila tidak disertai dengan kehati-hatian dan kesadaran penuh/eling (teropong), maka dirinya akan dikuasai dan digagahi oleh rasa kebimbangan yang terus menerus (digagahi si Tumang) yang akan melahirkan ego-ego yang egoistis, yaitu jiwa yang belum tercerahkan (Sangkuriang). Ketika Sang Nurani termakan lagi oleh kewaswasan (Dayang Sumbi memakan hati si Tumang) maka hilanglah kesadaran yang hakiki. Rasa menyesal yang dialami Sang Nurani dilampiaskan dengan dipukulnya kesombongan rasio Sang Ego (kepala Sangkuriang dipukul). Kesombongannya pula yang mempengaruhi “Sang Ego Rasio” untuk menjauhi dan meninggalkan Sang Nurani. Ternyata keangkuhan Sang Ego Rasio yang berlelah-lelah mencari ilmu (kecerdasan intelektual) selama pengembaraannya di dunia (menuju ke arah Timur). Pada ahirnya kembali ke barat yang secara sadar maupun tidak sadar selalu dicari dan dirindukannya yaitu Sang Nurani (Pertemuan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi).
Walau demikian ternyata penyatuan antara Sang Ego Rasio (Sangkuriang) dengan Sang Nurani yang tercerahkan (Dayang Sumbi), tidak semudah yang diperkirakan. Berbekal ilmu pengetahuan yang telah dikuasainya Sang Ego Rasio (Sangkuriang) harus mampu membuat suatu kehidupan sosial yang dilandasi kasih sayang, interdependency – silih asih-asah dan silih asuh yang humanis harmonis, yaitu satu telaga kehidupan sosial (membuat Talaga Bandung) yang dihuni berbagai kumpulan manusia dengan bermacam ragam perangainya (Citarum). Sementara itu keutuhan jatidirinya pun harus dibentuk pula oleh Sang Ego Rasio sendiri (pembuatan perahu). Keberadaan Sang Ego Rasio itu pun tidak terlepas dari sejarah dirinya, ada pokok yang menjadi asal muasalnya (Bukit Tunggul, pohon sajaratun) sejak dari awal keberada-annya (timur, tempat awal terbit kehidupan). Sang Ego Rasio pun harus pula menunjukkan keberadaan dirinya (tutunggul, penada diri) dan pada akhirnya dia pun akan mempunyai keturunan yang terwujud dalam masyarakat yang akan datangd dan suatu waktu semuanya berakhir ditelan masa menjadi setumpuk tulang-belulang (gunung Burangrang).
Betapa mengenaskan, bila ternyata harapan untuk bersatunya Sang Ego Rasio dengan Sang Nurani yang tercerahkan (hampir terjadi perkawinan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi), gagal karena keburu hadir sang titik akhir, akhir hayat dikandung badan (boeh rarang atau kain kafan). Akhirnya suratan takdir yang menimpa Sang Ego Rasio hanyalah rasa menyesal yang teramat sangat dan marah kepada “dirinya”. Maka ditendangnya keegoisan rasio dirinya, jadilah seonggok manusia transendental tertelungkup meratapi kemalangan yang menimpa dirinya (Gunung Tangkubanparahu).
Walau demikian lantaran sang Ego Rasio masih merasa penasaran, dikejarnya terus Sang Nurani yang tercerahkan dambaan dirinya (Dayang Sumbi) dengan harapan dapat luluh bersatu antara Sang Ego Rasio dengan Sang Nurani. Tetapi ternyata Sang Nurani yang tercerahkan hanya menampakkan diri menjadi saksi atas perilaku yang pernah terjadi dan dialami Sang Ego Rasio (bunga Jaksi).
Akhir kisah yaitu ketika datangnya kesadaran berakhirnya kepongahan rasionya (Ujungberung). Dengan kesadarannya pula, dicabut dan dilemparkannya sumbat dominasi keangkuhan rasio (gunung Manglayang). Maka kini terbukalah saluran proses berkomunikasi yang santun dengan siapa pun (Sanghyang Tikoro atau tenggorokan; B.Sunda: Hade ku omong goreng ku omong). Dan dengan cermat dijaga benar makanan yang masuk ke dalam mulutnya agar selalu yang halal bersih dan bermanfaat. (Sanghyang Tikoro = kerongkongan, genggerong).
Catatan Kaki
Koesoemadinata, R. The Origin and Pre-history of the Sundanese. Institute of Technology Bandung.
Rujukan
Koesoemadinata, R. P., "Asal Usul dan Prasejarah Ki Sunda", Sub theme" "Bidang Kajian Sejarah, Arkeologi dan filologi", in Ajip Rosidi et.al (editor: Edi S.Ekadjati and A.Chaedar Alwasilah)
Hidayat Suryalaga, Kajian Hermeneutika terhadap Legenda dan Mitos Gunung Tangkubanparahu dengan segala aspeknya, Hidayat Suryalaga, Orasi Ilmiah ketika Hari Wisuda Mahasiswa ITENAS, Bandung, 28 Mei 2005
- Mite
yang berhubungan dengan animisme. Contoh : Nyi Roro Kidul, Siluman Naga
- Sage
Dongeng tentang kisah kepahlawanan, kesaktian, keperkasaan seorang raja,
pangeran, tokoh-tokoh tertentu dan berhubungan dengan sejarah. Contoh :
Kisah Patih Gadjah Mada, Roro Djonggrang, Ken Arok, Cinde Laras, Hang Tuah
Ken Arok
Keris Mpu Gandring yang menimbulkan tragedi pembunuhan di Kerajaan Kediri dan Singosari, Jawa Timur. Dua kekuatan pimpinan yakni Tunggul Ametung dan Ken Arok menjadi kasus utama yang membawa citra buruk pada keris di mata manusia.Kisah persaingan antara Tunggul Ametung dan Ken Arok ternyata memang bukan murni politis, melainkan juga nafsu asmara yang bergejolak. Sumbernya terpusat pada kecantikan luar biasa Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Patungnya yang kini tersimpan di Museum Leiden, Belanda, menyisakan keayuan dan keanggunan Ken Dedes sebagai Prajnaparamitha atau Dewi Kebijaksanaan.Suatu hari Ken Arok tanpa sengaja melihat Ken Dedes, dan di saat bersamaaan tiupan angin menyingkap gaunnya. Kejadian ini menimbulkan pandangan buruk bagi Ken Arok yang berminat memperistri Ken Dedes, apa pun risikonya. Bahkan dia berniat untuk membunuh Tunggul Ametung.Guna mempertegas niatnya itu, dia memesan sebilah keris sakti pada pakarnya, Mpu Gandring. Ternyata masa pembuatan keris tersebut memakan waktu yang sangat lama, dan hanya segelintir ahli yang mampu membuat keris sakti, ada sejumlah ritual yang dibutuhkan untuk melaksanakannya.Ken Arok tidak sabar menunggu, karena keris yang dipesannya tidak kunjung selesai. Apalagi, nafsu asmaranya pada Ken Dedes semakin membesar dan meninggi. Lalu segera didatanginya Mpu Gandring buat menanyakan kapan keris itu selesai. Ketika Mpu Gandring mengatakan belum rampung, Ken Arok lalu membunuhnya dengan keris tersebut. Mpu Gandring tidak langsung tewas, dia sempat mengutuk keris ciptaannya yang belum selesai itu.Kemudian Ken Arok meminjamkan keris pada Kebo Ijo, penjahat kelas teri yang malang. Tanpa curiga pada niat jahat Ken Arok, Kebo memperlihatkan keris itu kepada siapa saja. Malamnya, Ken Arok mencuri keris itu lagi, dan dia berhasil membunuh Tunggul Ametung. Kebo Ijo tentu saja dituduh sebagai pembunuhnya. Dia yang berusaha membela diri, lebih dulu dibunuh oleh Ken Arok dengan keris yang sama.Kutukan yang Berlanjut Kutukan keris Mpu Gandring ternyata terus berlanjut. Di masa lima tahun pemerintahan Ken Arok memimpin Singosari, muncullah Anusapati yang berambisi politis merebut takhta kerajaan dari Ken Arok. Sesuai maksud kutukan Mpu Gandring, maka Ken Arok pun dibunuh Anusapati dengan keris yang sama.Ken Arok yang memiliki selir bernama Ken Umang, melanjutkan kutukan dendam melalui anak lelaki mereka, Tohjaya. Kebetulan Tohjaya memang menyimpan nafsu pembalasan dendam. Pada masa 21 tahun kekuasaan Anusapati, Tohjaya mengundang kedatangan Anusapati dalam suatu pesta judi. Begitulah, di saat Anusapati dalam keadaan gembira, Tohjaya berhasil membunuh Anusapati. Lagi-lagi dengan keris Mpu Gandring!Setelah Anusapati tewas, putranya Ranggawuni berambisi pula mengambil alih takhta. Mengetahui hal itu, Tohjaya menugaskan Lembu Ampal untuk menyerang Ranggawuni dan sekutunya, Mahesa Cempaka. Kenyataan berbalik ketika Lembu Ampal menilai Ranggawuni adalah orang yang tepat menduduki singgasana, dan mereka bersama-sama melawan Tohjaya. Tohjaya berhasil dibunuh dengan keris Mpu Gandring. Ranggawuni dan Mahesa Cempaka kemudian sadar bahwa keris Mpu Gandring akan selalu membuat kekacauan dan kematian, dengan demikian mereka berkeputusan membuang keris itu ke Laut Jawa. Legenda mengatakan keris Mpu Gandring berubah wujud menjadi naga.Itulah cerita yang selesai dari sejarah keburukan keris. Meski kenyataannya keris masih sering membawa ketakutan. Sehingga beberapa orang takut untuk memegangnya, apalagi menyimpannya untuk peninggalan pusaka. Sebaliknya, sebagian orang lain justru berlomba dengan harga sampai puluhan juta, karena mengerti tentang nilai kebutuhan, memahami tradisi yang benar, peran sosial, hingga falsafah dan hubungannya dengan persoalan mistis.Seminar dan eksibisi keris yang diresmikan oleh Deputi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Meutia F Swasono itu antara lain menggiring daya tarik terhadap keris melalui sisi pandang seni rupa. Pembicaranya bukan orang sembarang yakni Soedarso Sp, yang menyebut fungsinya bukan hanya sebagai senjata tusuk, namun juga berperan sebagai aksesori busana pria dan sebagai sipat kandel, yaitu sesuatu yang membuat pemiliknya merasa lebih percaya diri karena merasa dilindungi dari macam-macam bahaya dan godaan.Soedarso juga mengatakan keris memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak boleh lepas dari padanya. Mulai dari bilahnya yang selalu terdiri dari dua bagian. Atau bilahnya selalu bermata dua atau tajam pada kedua sisinya. Apapun bentuknya, bilah keris selalu asimetris. Selain itu keris harus dibuat dan ditempa dari dua atau tiga macam logam, yang karena teknik pembuatan dan penempaannya menimbulkan pola-pola tertentu pada permukaannya yang disebut pamor. Diyakini keris adalah kreasi asli Indonesia. Bukan hanya riwayat keris Mpu Gandring yang berhasil dirunut dari relief-relief candi dan dari kitab Nagarakertagama dan Pararaton. Bahkan di Candi Sukuh yang didirikan pada Abad XV ternyata sudah ada keris dan pembuatan keris, yang sudah memiliki kecanggihan produk dan teknik pembuatannya.
Hikayat Hang Tuah
Hikayat Hang Tuah adalah sebuah karya sastra Melayu yang termasyhur dan mengisahkan Hang Tuah.
Dalam zaman kemakmuran Kesultanan Malaka, adalah Hang Tuah, seorang laksamana yang amat termasyhur. Ia berasal dari kalangan rendah, dan dilahirkan dalam sebuah gubug reyot. Tetapi karena keberaniannya, ia amat dikasihi dan akhirnya pangkatnya semakin naik. Maka jadilah ia seorang duta dan mewakili negeranya dalam segala hal.
Hang Tuah memiliki beberapa sahabat karib: Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Ada yang berpendapat bahwa kedua tokoh terakhir ini sebenarnya hanya satu orang yang sama saja. Sebab huruf Jawi wau; "ﻭ" dan ra; "ﺭ" bentuknya sangat mirip. Tetapi yang lain menolak dan mengatakan bahwa kelima kawan ini adalah versi Melayu daripada para Pandawa lima, tokoh utama dalam wiracarita Mahabharata.
Hikayat ini berputar pada kesetiaan Hang Tuah pada Seri Sultan. Bahkan ketika ia dikhianati dan dibuang, teman karibnya, Hang Jebat yang memberontak membelanya akhirnya malah dibunuhnya. Hal ini sampai sekarang terutama di kalangan Bangsa Melayu masih kontroversial. Siapakah yang benar: Hang Tuah atau Hang Jebat?
Selain itu setting cerita ini adalah di Malaka sekitar abad ke-14 Masehi. Sebab banyak diceritakan dalam hikayat ini perseteruan antara Malaka dan Majapahit.
Banyak kritik ditujukan kepada orang Jawa dalam hikayat ini. Meskipun begitu senjata paling ampuh, yaitu sebilah keris, berasal dari Majapahit. Malah Hang Tuah lima bersaudara dikatakan menuntut banyak ilmu kebatinan dari petapa Jawa.
Profil Hang Tuah
Alkisah, Di pantai barat Semenanjung Melayu, terdapat sebuah kerajaan bernama Negeri Bintan. Waktu itu ada seorang anak lakik-laki bernama Hang Tuah. Ia seorang anak yang rajin dan pemberani serta sering membantu orangtuanya mencari kayu di hutan. Hang Tuah mempunyai empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu dan Hang Kesturi. Ketika menginjak remaja, mereka bermain bersama ke laut. Mereka ingin menjadi pelaut yang ulung dan bisa membawa kapal ke negeri-negeri yang jauh. Suatu hari, mereka naik perahu sampai ke tengah laut. “Hei lihat, ada tiga buah kapal!” seru Hang Tuah kepada teman-temannya. Ketiga kapal itu masih berada di kejauhan, sehingga mereka belum melihat jelas tanda-tandanya. Ketiga kapal itu semakin mendekat. “Lihat bendera itu! Bendera kapal perompak! “Kita lawan mereka sampai titik darah penghabisan!” teriak Hang Kesturi. Kapal perompak semakin mendekati perahu Hang Tuah dan teman-temannya. “Ayo kita cari pulau untuk mendarat. Di daratan kita lebih leluasa bertempur!” kata Hang Tuah mengatur siasat. Sesampainya di darat Hang Tuah mengatur siasat. Pertempuran antara Hang Tuah dan teman-temannya melawan perompak berlangsung sengit. Hang Tuah menyerang kepala perompak yang berbadan tinggi besar dengan keris pusakanya. “Hai anak kecil, menyerahlah… Ayo letakkan pisau dapurmu!” Mendengar kata-kata tersebut Hang Tuah sangat tersinggung. Lalu ia melompat dengan gesit dan menikam sang kepala perompak. Kepala perompak pun langsung tewas. Dalam waktu singkat Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perompak. Mereka berhasil menawan 5 orang perompak. Beberapa perompak berhasil meloloskan diri dengan kapalnya. Kemudian Hang Tuah dan teman-temannya menghadap Sultan Bintan sambil membawa tawanan mereka. Karena keberanian dan kemampuannya, Hang Tuah dan teman-temannya diberi pangkat dalam laskar kerajaan. Beberapa tahun kemudian, Hang Tuah diangkat menjadi pimpinan armada laut. Sejak menjadi pimpinan armada laut, negeri Bintan menjadi kokoh dan makmur. Tidak ada negeri yang berani menyerang negeri Bintan. Beberapa waktu kemudian, Sultan Bintan ingin mempersunting puteri Majapahit di Pulau Jawa. “Aku ingin disiapkan armada untuk perjalanan ke Majapahit,” kata Sultan kepada Hang Tuah. Hang Tuah segera membentuk sebuah armada tangguh. Setelah semuanya siap, Sultan dan rombongannya segera naik ke kapal menuju ke kota Tuban yang dahulunya merupakan pelabuhan utama milik Majapahit. Perjalanan tidak menemui hambatan sama sekali. Pesta perkawinan Sultan berlangsung dengan meriah dan aman. Setelah selesai perhelatan perkawinan, Sultan Bintan dan permaisurinya kembali ke Malaka. Hang Tuah diangkat menjadi Laksamana. Ia memimpin armada seluruh kerajaan. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena para perwira istana menjadi iri hati. Para perwira istana menghasut Sultan. Mereka mengatakan bahwa Hang Tuah hanya bisa berfoya-foya, bergelimang dalam kemewahan dan menghamburkan uang negara. Akhirnya Sultan termakan hasutan mereka. Hang Tuah dan Hang Jebat di berhentikan. Bahkan para perwira istana mengadu domba Hang Tuah dan Hang Jebat. Mereka menuduh Hang Jebat akan memberontak. Han Tuah terkejut mendengar berita tersebut. Ia lalu mendatangi Hang Jebat dan mencoba menasehatinya. Tetapi rupanya siasat adu domba oleh para perwira kerajaan berhasil. Hang Jebat dan Hang Tuah bertengkar dan akhirnya berkelahi. Naas bagi Hang Jebat. Ia tewas ditangan Hang Tuah. Hang Tuah sangat menyesal. Tapi bagi Sultan, Hang Tuah dianggap pahlawan karena berhasil membunuh seorang pemberontak. “Kau kuangkat kembali menjadi laksamana”, kata Sultan pada Hang Tuah. Sejak saat itu Hang Tuah kembali memimpin armada laut kerajaan. Suatu hari, Hang Tuah mendapatkan tugas ke negeri India untuk membangun persahabatan antara Negeri Bintan dan India. Hang Tuah di uji kesaktiannya oleh Raja India untuk menaklukkan kuda liar. Ujian itu berhasil dilalui Hang Tuah. Raja India dan para perwiranya sangat kagum. Setelah pulang dari India, Hang Tuah menerima tugas ke Cina. Kaisarnya bernama Khan. Dalam kerajaan itu tak seorang pun boleh memandang langsung muka sang kaisar. Ketika di jamu makan malam oleh Kaisar, Hang Tuah minta disediakan sayur kangkung. Ia duduk di depan Kaisar Khan. Pada waktu makan, Hang Tuah mendongak untuk memasukkan sayur kangkung ke mulutnya. Dengan demikian ia dapat melihat wajah kaisar. Para perwira kaisar marah dan hendak menangkap Hang Tuah, namun Kiasar Khan mencegahnya karena ia sangat kagum dengan kecerdikan Hang Tuah. Beberapa tugas kenegaraan lainnya berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Hang Tuah. Hingga pada suatu saat ia mendapat tugas menghadang armada dari barat yang dipimpin seorang admiral yang bernama D Almeida. Armada ini sangat kuat. Hang Tuah dan pasukannya segera menghadang. Pertempuran sengit segera terjadi. Saat itulah Hang Tuah gugur membela tanah airnya. Ia tewas tertembus peluru sang admiral. Sejak saat itu, nama Hang Tuah menjadi terkenal sebagai pelaut ulung, laksamana yang gagah berani dan menjadi pahlawan di Indonesia dan di Malaysia. Sebagai bentuk penghormatan, salah satu dari kapal perang Indonesia diberi nama KRI Hang Tuah. Semoga nama itu membawa ‘tuah’ yang artinya adalah berkah. Moral : Semua warga negara Indonesia boleh mencontoh jiwa dan semangat kepahlawanan Hang Tuah yang gagah berani, tangkas, cerdik dan pantang menyerah
__________________
-
Jenaka/ Penggeli hati
Cerita komedi yang berkembang di masyarakat tentang tingkah laku orang -orang bodoh, malas, cerdik yang pada setiap tokohnya dilukiskan secara jenaka/ humor. Contoh : Joko Bodho
Daftar Rujukan
-
Arifin, Syamsir. 1991. Kamus Sastra Indonesia.Padang : Angkasa Raya -
A.R, Supratman. 1999. Ikhtisar Roman Sastra Indonesia. Bandung : Pustaka Setia -
Eneste, Panusuk .2001. Buku Pintar Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas -
Wiyanto, Asul . 2005 . Kesusastraan Sekolah. Jakarta : Gramedia
Meningkatkan Kecerdasan Anak dengan Dongeng
Ketika anak diam, berceritalah…! Ketika anak bercerita, simaklah…!
Disadari atau tidak, arus perkembangan teknologi yang begitu cepat, media cerita anak lambat laun tergantikan oleh tayangan acara TV dan
playstation. Padahal tidak semua (untuk tidak menyebut banyak) tayangan TV memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi anak. Cerita bagi seorang anak adalah sumber mata air. Dan mungkin sedikit yang paham bahwa sebuah cerita atau dongeng ternyata mampu membangun kecerdasan pada anak-anak. Lewat cerita, seorang anak belajar untuk mengembangkan cara berpikir dan perilakunya. Dengan mendengarkan cerita, seorang anak memperoleh tempat untuk mewadahi daya imajinasi dan fantasinya. Melalui cerita, seorang anak akan mampu mengembangkan kemampuan verbalnya, merangsang minat menulisnya, merangsang minat bacanya, hingga mampu membuka cakrawala pengetahuan yang luas baginya. Media cerita ini menjadi sarana mendidik yang bijak dan cerdas, karena caranya yang menyenangkan dan disukai oleh anak-anak. Terutama pada anak usia dini. Periode dini dalam perjalanan usia manusia merupakan periode penting bagi pembentukan otak, inteligensi, kepribadian, memori, dan aspek perkembangan yang lain. Pendidikan pada masa ini – atau yang sering disebut sebagai masa the golden age - akan mempengaruhi pendidikan tahap berikutnya. Perlu diketahui, sebuah kajian penelitian menunjukkan bahwa 45% waktu anak digunakan untuk menyimak, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% untuk menulis. Oleh sebab itu, penyampaian pendidikan (apakah itu budi pekerti, pengetahuan umum, maupun problem solving) dalam bentuk bercerita pada anak akan lebih bermanfaat dibanding model pendidikan formal lainnya. Bila saat ini anda belum bercerita pada anak anda, maka mulai berceritalah…“PR lagi? Jangan dong Bu, saya ‘kan sudah banyak PR dari sekolah,” rengek Joshua kepada ibu guru lesnya. Terang saja ia keberatan. Dalam seminggu Joshua yang baru 10 tahun umurnya itu harus mengikuti empat macam les. Apalagi sekarang di sekolahnya ada jam tambahan pelajaran, sehingga ia jadi tidak punya waktu bermain. Akibatnya, di tempat les ia jadi sering berselisih dengan temannya. Begitu sensitif, digoda sedikit saja langsung marah. Di sekolah pun perhatian terhadap proses pengajaran menurun dan sering lupa bikin pekerjaan rumah (PR).
Dengan alasan kasih sayang, apa saja dilakukan orangtua agar anaknya sukses. Siapa sih orangtua yang tidak ingin anaknya jadi yang terbaik di sekolah dan punya masa depan cemerlang? Maka, tak heran kalau banyak orang- tua memaksa anak mengikuti berbagai les dan kegiatan Namun, jika tidak diwaspadai, hal ini malah bisa menjadi bumerang.
Bumerang itu sempat menghantam balik orangtua Lysher Loh Jia Hui akibat ulah sendiri. Ini sebuah cerita tragis y ang menimpa Lysher (Siswi SD: Selamat Tinggal Sekolah, Selamat Tinggal Hidup; Koran Tempo, 23 Agustus 2001). Siswi kelas empat SD berusia 10 tahun asal Singapura itu, mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas dari sebuah apartemen di tingkat lima. Ia ditemukan terkapar tewas dengan mengenakan kaus oblong – celana pendek seragam sekolahnya. Siswi yang tergolong pintar di sekolah itu sangat terpukul ketika mendapat ranking ketiga
Haus kasih sayang ” Keputusan untuk bunuh diri yang dilakukan anak sebenarnya adalah bentuk pernyataan bahwa mereka sesungguhnya membutuhkan pertolongan. Coba simak buku harian bertanggal 1 Mei 2001 yang dibuat oleh almarhumah Lysher, “Horeee! Ini hari buruh! Tak ada sekolah! Dan tahukah kamu apa artinya itu? Tak ada pekerjaan rumah! Saya sangat bahagia! Meskipun kangen juga pada guru-guru dan teman-teman, saya sungguh menikmati liburan sekolah ini, karena tak ada sekolah. Sebenarnya tidak juga begitu. Saya pikir, yang jadi alasan utamanya adalah orangtuaku tidak bekerja, dan mereka berada di rumah bersama diriku! Kami dapat senang- senang, pergi keluar bersama-sama! Bukankah ini benar-benar hebat?” Dari tulisannya, tampak Lysher merasa kesepian dan haus kasih sayang serta kehangatan dari orangtuanya.
Tanda-tanda bahwa Lysher mengalami stres berat sebenarnya dapat dideteksi orang tuanya. Sebelum kepergiannya, ia sering mengeluh kepada ayahnya, bahwa ia punya PR. Setiap hari ia harus mengerjakan tiga pekerjaan rumah. Sekitar 25 menit sebelum dijemput maut, ia sempat bertanya kepada pembantunya tentang ada tidaknya kemungkinan ia bisa membolos sekolah hari itu.
Mengikuti perkembangan zaman, para pelajar di sekolah dasar semakin banyak yang ikut kursus tambahan di luar pendidikan formal mereka. Anak-anak itu disuruh orangtua mereka untuk kursus bahasa Inggris, melukis, atau belajar piano. Sedangkan yang duduk di bangku SLTA juga harus ikut kursus tambahan untuk mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi.Padahal mereka masih perlu bermain.
Otak mereka belum dapat dibebani oleh hal-hal yang berat. Akibatnya, jumlah anak-anak yang melakukan bunuh diri akibat tekanan-tekanan itu semakin hari semakin bertambah. Mereka melompat dari gedung sekolah atau menggantung diri. Gagal menjalin hubungan dengan teman lain jenis pun dapat menjadi factor utama bunuh diri. Konon, angka bunuh diri pada usia dewasa meningkat.
Penyebabnya: menganggur...
Bila gairah belajar anak Anda mulai menurun, sulit berkonsentrasi,sering sakit, dan sebagainya, ada kemungkinan ia mengalami depresi belajar. Apalagi jika anak Anda sering menyebut-nyebut ingin bunuh diri atau telah ketahuan sekali pernah mencoba bunuh diri, maka harus ekstra waspada! Ini pertanda anak Anda membutuhkan pertolongan tenaga profesional. Apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi depresi belajar anak? Mungkin tip berikut dapat membantu.
Meningkatkan kecerdasan emosional
Penelitian Carroll Izard, Ph.D. dari University of Delaware di Newark menunjukkan, anak-anak yang sulit memahami perasaan-perasaan mereka dan orang lain, akan rentan terhadap masalah-masalah perilaku dan pembelajaran di usia lebih besar. Cara yang mudah untuk mengajarkan kecerdasan emosional misalnya dengan:
Kartu emosi Kartu buatan sendiri dengan gambar yang menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda beda yang bisa membantu anak mengenali macam-macam perasaan seperti marah atau kaget. Tanyakan pada anak Anda, kapan ia pernah merasakan hal yang sama.
Curahan hati Anda harus siap membuka diri bila anak ingin bercerita tentang sekolahnya. Anda harus mampu berempati terhadap masalahnya. Jika ia tidak suka bercerita, sering-seringlah bertanya setiap ia pulang sekolah. “Ada apa tadi di se-kolah?”, “Ada yang nakal sama kamu?”, “Kok, cemberut sih?”, dan lainnya. Bila kurang efektif, pancing anak agar bercerita. Caranya, menceriterakan pengalaman masa kecil Anda di sekolah, baik yang menyenangkan atau yang buruk. Mungkin hal itu akan merangsang anak untuk bercerita.
Membaca dongeng atau buku bersama Cari buku-buku yang fokus pada berbagai jenis perasaan, misalnya Chicken Soup for Kid’s Soul. Pilihlah dongeng-dongeng yang memberikan pesan moral. Dari kisah-kisah itu anak akan mengetahui bahwa ada banyak orang yang juga mengalami masalah di sekolah atau di rumah. Selain itu, taburilah mereka dengan pesan-pesan moral dan nasihat menjalani hidup untuk meningkatkan kecerdasan moralnya.
Bermain peran atau drama Latihan memainkan kejadian-kejadian emosional bersama anak. Misalnya, berpura-pura sakit, mendapat nilai ujian yang jelek, atau lainnya. Libatkan pula saudara dan teman-temannya. Mungkin saja, latihan ini bisa berguna bila anak harus mengikuti pentas drama di sekolah atau saat acara 17 Agustusan di perumahan.
Libatkan anak dengan kegiatan olahraga atau OrganisasiAnak akan belajar bagai-mana bekerja sama dengan orang lain dan belajar bagai-mana memahami sikap teman-teman yang berbeda dengan dirinya. Bila memungkinkan, ajak mereka berkemah, ke gunung, hutan, atau pantai untuk melihat matahari terbit dan terbenam. Hal ini juga erat hubungannya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak.Masjid, gereja, pura, candi dapat Anda manfaatkan untuk hal ini.
Puji dan motivasilah anak Bila anak mendapat nilai jelek, beri motivasi bahwa ia masih bisa mencapai nilai yang lebih baik besok atau ujian berikutnya. Anda pun jangan marah bila ia mendapat nilai buruk. Coba renungi apa yang salah, mungkin saja anak sedang stres atau sakit. Pujilah, asal jangan berlebihan bila berhasil mencapai prestasi. Anak harus belajar bahwa dirinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, tidak mungkin ia bisa pandai di semua pelajaran. Anak yang perfeksionis cenderung menjadi depresi dibandingkan dengan anak lain. Beri tahu pula mereka agar jangan takut berbuat salah. Karena pengalaman juga merupakan pelajaran berharga untuk menghadapi hidup.
“Makanan” bekal melawan stress Perbanyak sayur dan buah dalam menu putra-putri Anda. Kalau perlu, senantiasa suplai mereka dengan vitamin dan mineral penting untuk tubuh. Terutama vitamin C yang mujarab untuk menghalau stres dan vitamin B kompleks untuk meningkatkan kerja otak. Bila anak merasa lelah, mengantuk, capek, atau bosan akan menyebabkan napasnya semakin perlahan. Pada saat demikian ia tidak dapat berpikir dengan jernih. Bila napas semakin perlahan, paru-paru tidak mampumenyediakan oksigen sesuai kebutuhan tubuh.
Juga tidak mampu mengeluarkan karbondioksida secara efisien. Akhirnya, kadar karbondioksida dalam darah meningkat. Bila karbondioksida berlebih, sinyal akan dikirim ke otak. Otak akan menyuruh paru-paru untuk mengambil napas panjang dan dalam, yaitu menguap. Oksigen akan terhirup dan karbond ioksida dikeluarkan sebanyak mungkin. Sediakan suasana belajar (jendela, kipas, dsb.) yang mendukung sirkulasi oksigen yang baik. Selain itu, biasakan anak-anak untuk banyak minum air putih. Responden yang diteliti di Universitas Bristol di Inggris ternyata dapat menunjukkan prestasi 10% lebih baik di bidang numerik setelah minum segelas air dingin.
Metode belajar efektif
Satu hal penting, berilah mereka kasih sayang yang tulus. Kasih sayang juga merupakan obat ampuh untuk membantu anak menghadapi depresi belajarnya. Seperti dikatakan oleh Lysher, “Saya pikir, yang jadi keinginan utamaku adalah orangtuaku tidak bekerja, dan mereka berada di rumah bersama diriku! Kami dapat senang-senang, pergi keluar bersama-sama!” Tragis bukan? Mulai sekarang, segera selamatkan putra-putri Andadengan belaian kasih sayang!
sumber: Femi Olivia S.Si., di Bekasi
8 Kecerdasan Bekal Anak
8 Kecerdasan Bekal Kesuksesan Anak Tingkat Intelegensia anak bukan sebuah harga mati, namun bisa diupayakan.Selama ini tingkat intelegensia menjadi bagian terpenting dari perkembangan seseorang. Jika seseorang memiliki orangtua yang cerdas kelak anak mewarisinya. Sebaliknya, jika orangtua berenang di tempat dangkal kemungkinan anak tidak berkesempatan menyelam lebih dalam. Asumsi tradisional ini menganggap potesi kecerdasan inteligensia terbatas pada saat anak lahir. Kemudian lahirlah pandangan modern terhadap inteligensia berdasarkan kapasitas otak seseorang. Artinya anak akan belajar dari pengalaman jika orangtua memfasilitasi anak yang kelak berdampak besar bagi inteligensia dan potensinya. Dikutip dari artikel Kagan online magazine berjudul Raising Smarter Children Develop Your Child’s Many Ways Of Being Smart yang ditulis oleh duo bersaudara, Dr Spencer Kagan dan Miguel Kagan, mengatakan bahwa ada transformasi pemahaman mengenai kecerdasan anak. Asumsi tradisional tentang kecerdasan adalah ketika anak lahir dianugerahi tingkat inteligensia tertentu yang kemudian dianggap sebagai harga mati. Dalam artian anak cerdas adalah pemberian tuhan namun tidak bisa diupayaakan.Dr. Howard Gardner, seorang psikologi dari Universitas Harvard, AS, mengemukakan teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri di tingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. "Setiap orang mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara yang dikenal dengan multiple intelligence," katanya. Seperti, Mozart adalah pemusik jenius, seorang komposer sekaligus symphonies yang menjadi salah satu contoh pemilik kecerdasan musikal. Sedangkan, Einstein adalah salah satu ilmuwan dunia yang memiliki kecerdasan logika dan matematika. Apakah Einstein lebih cerdas dibanding Mozart ? Jika ditilik dari teori multiple inteligensia, Einstein dan Mozart sama-sama cerdas tapi berbeda bidang. Jadi anak Anda pun berkesempatan mengembangkan kecerdasannya di berbagai bidang. Gardner menemukan delapan kecerdasan, yaitu cerdas bahasa, cerdas logika/matematika, cerdas visual-spasial, cerdas musik, cerdas gerak, cerdas alam, cerdas sosial, dan cerdas diri. Setiap orang berpotensi memilikinya, namun perkembangannya berbeda-beda.Mungkin saja tidak semua anak berpotensi menjadi Einstein, tapi sudah kewajiban orangtua untuk berusaha mengembangkan pola unik tiap kecerdasan anak. Teori Howard menjadi acuan setiap sekolah dan guru. Selama bertahun-tahun, pendidik mengembangkan arahan strategi agar kegiatan belajar makin menarik. Sekolah mengadopsi mulitiple Intelligence melalui laporan pendekatan akademik tes yang mencakup area kecerdasan seni, musik, edukasi fisik, hubungan sosial, pemahaman akan diri sendiri, dan menyukai alam.Sebagai orangtua, Anda mungkin bertanya, bagaimana cara membantu anak belajar? Jawabannya banyak! Anda bisa membantu anak tumbuh lebih cerdas dengan mengeksplorasi anak dengan beragam aktivitas. Ada beberapa ide untuk mengembangkan kecerdasan balita yang bisa Anda terapkan di rumah memperkaya otak anak .Pada artikel Kagan yang lain, Raising Smarter Children Creating An Enriched Learning Environment, dipaparkan sebuah studi klasik. Beberapa Ilmuwan menguji beberapa tikus percobaan yang tumbuh di lingkungan berbeda. Tikus A tumbuh di lingkungan yang dipenuhi mainan, sedangkan tikus B tidak. Tebak tikus mana yang lebih pintar? Yaitu tikus A. Tikus A bisa keluar dari lorong teka teki lebih cepat dibandingkan tikus B. Para ahli juga menemukan perubahan pada struktur otaknya. Otak berkembang secara penuh dan lebih berbobot pada tikus A. Baru-baru ini, penelitian tersebut diujikan kepada hewan primata yang memiliki konsep saraf plasticity mirip manusia. Kesimpulannya, seseorang tumbuh dengan perkembangan otak lebih baik jika difasilitasi beragam pengalaman.Psikolog Elly Risma Musa dalam seminar Mengembangkan Potensi Anak Secara Optimal beberapa saat lalu mengatakan, kecerdasan anak tidak hanya bersumber dari pemenuhan nutrisi yang seimbang, tetapi juga disertai pemberian stimulasi pada anak. Anak yang cerewet, kritis, dan senang bercerita, apabila mendapat asahan yang tepat akan memiliki kepintaran verbal linguistik, yaitu anak yang mampu berinteraksi dan meyakinkan orang di sekitarnya. “Anak seperti ini siapa tahu kelak menjad orator ulung seperti Bung Karno,” ujar Elly yang juga Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati ini.Sangat disayangkan, tambahnya, jika orang tua terlalu memaksakan keinginan mereka pada anak. Sehingga anak tidak dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal, misalnya jika anak kurang cerdas di bidang matematika, tapi anak berbakat di bidang olahraga, yang disebut cerdas gerak (kinestetik). “Jangan sampai anda sebagai orang tua terlambat mengetahui potensi anak, karena dapat menghambat kecerdasannya kelak,” ujar Elly. Usia balita merupakan golden periode bagi perkembangan otaknya. Saat berumur 10 tahun kemampuan otak anak sudah terbentuk dengan baikMemperkaya lingkungan rumahAgar anak berkesempatan mengembangkan potensi kecerdasannya, maka lingkungan rumah perlu disulap dengan beragam kegiatan dan fasiltas. Berikut beberapa saran untuk menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi perkembangan inteligensi anak. Bagian terpenting untuk menemani anak belajar adalah kehadiran Anda. Sebagai orangtua, Anda adalah peracik lingkungan belajar anak. Kecerdasan dikontruksikan melalui interaksi anak dengan mainannya. Tidak peduli betapa menariknya permainan tersebut semua akan sia-sia, tanpa didukung oleh kesediaan waktu Anda bermain dengan mereka. Ada beberapa ide yang bisa Anda lakukan bersama si kecil.
-
Bahasa/Linguistik Cinta Buku. Salah satu kegiatan yang disukai anak adalah kegiatan membaca. Untuk anak usia prasekolah mulai perkenalkan dengan buku cerita dongeng, puisi sederhana, bacaan untuk anak. Saat usia sekolah, perkenalkan anak dengan majalah anak, novel, komik, dan ensiklopedi. Televisi. Percaya atau tidak, tv bisa mendemontrasikan banyak hal melalui acara program edukasi, atau DVD. Atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv. Banyak menulis. Dukung kegiatan menulis dengan menyediakan kertas, bolpoin, pensil dan krayon. -
Logika/Matematika. Sediakan instrumen matematik. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur. Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan. Komputer. Anak Anda pasti suka memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, surfing website atau belajar Microsoft. Yang bisa membangun pengaturan logika dan struktur anak. -
Visual/Spasial. Sediakan alat kerajinan tangan. Sangat menyenangkan jika anak berhasil membuat sesuatu dengan kertas-kertas, krayon, gunting dan lem. Sediakan alat melukis. Mulai ajari anak melukis dengan menggunakan jari-jarinya lalu lanjut menggunakan cat air, akrilik dan cat minyak. Menggunakan Software. Bisa juga anak menggambar dan membuat ilustrasi menggunakan komputer. -
Musikal/Ritme Pemain musik. Studi menemukan anak yang mendengarkan musik Mozart selama 10 menit, akan lebih baik di kegiatan spasial. Penelitian menunjukkan beberapa jenis musik tertentu dapat meningkatkan kecerdasan anak. Alat Instrumen. Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak. Berkaraoke. Fasilitasi anak dengan beragam lagu yang bisa dinyanyikannya. -
Gerak tubuh/Kinestetik Lemari Kostum. Kembangkan imajinasi anak dengan bermain sebagai actor menggunakan kostum dan make up. Peralatan Olahraga. Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan kordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. aktivitas fisik juga berperan dalam perkembangan cerebellum, bagian otak yang mengatur beberapa fungsi motorik juga daya ingat, konsentrasi, persepsi spasial, dan bahasa. -
Aktivitas gerak motorik halus. Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya. -
Naturalis / alamKolam ikan. Coba masukan tangannya ke kolam ikan atau akuarium. Hati-hati jangan sampai anak measukan tangannya ke mulut. Binatang piaraan. Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. Anak belajar kebiasaan, karakteristik, dan perbedaan sifat hewan. Kebun. Sekuntum bunga atau kebun tanaman bisa dijadikan perjalanan seru. Anda juga bisa mengajarkan tanaman di pot. Peralatan observasi. Melihat dengan teleskop atau menggunakan gelas ukur atau mikroskop untuk menganalisa. -
Interpersonal Telepon. Kegiatan menelepon dapat mengembangkan kemampuan anak berinteraksi. Namun awasi pemakaian waktu penggunaan telepon. Komputer. E-mail dan sms adalah salah satu media baru berkomunikasi. Ajari anak menggunakan peralatan komunikasi inovatif. Permainan. Bermain dengan anak meski permainannya sederhana seperti petak umpet, monopoli, catur, dan sebagainya. Ciptakan area bermain. Undang saudara, teman atau kerabat lainnya untuk bermain bersama anak. Orangtua dapat mengembangkan kemapuan anak berinteraksi dengan lingkungannya. -
Intrapersonal Hargai privasi anak. Kadang anak memerlukan waktu untuk sendiri tanpa berinteraksi atau gangguan dari luar. Anak hanya ingin mendengarkan pikirannya sendiri. Apakah ada tempat anak merenung di rumah? Mungkin di kamar atau kebun. Hobby station. Dukung anak menyalurkan hobinya. Anda bisa mengikut sertakan anak ke kelas fotografi, jurnalis, vocal. Musik, menggambar, untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak. Area belajar. Sebuah area anak bisa menikmati waktunya dengan menulis diari atau menempatkan barang-barang pribadinya.Melihat beberapa tips di atas mungkin banyak dari Anda yang sudah menerapkannya. Artinya anak hidup di lingkungan belajar yang kondusif. Jika perhatian Anda luput pada suatu hal, Anda bisa menyeimbangkannya dengan memberi investasi berikutnya untuk mengembangkan edukasi dan otak anak. Ingat elemen terpenting meningkatkan kecerdasan anak adalah apa yang anak dan Anda lakukan bersama bukan hanya apa yang mereka dapat.Kritik Teori Multiple IntelligencesSelama bertahun-tahun tak ada yang meragukan keakuratan teori Multiple Intelligences dari Dr Howard Gardner. Meski Dr Spencer Kagan juga mengadopsi teori ini, namun ada hal yang berseberangan dengan pendapat Gardner, yaitu setiap kecerdasan bekerja aktif hanya di bagian otak tertentu. Spencer berpendapat dalam Trialogue :Brain Localization of Intelligences bahwa kecerdasan seseorang tidak bisa dikotak-kotakkan di bagian otak atau disebut juga pelokalisasian otak.Argumennya adalah lokalisasi otak bisa dimana saja meski awal intelegensi yang berbeda ditempatkan di bagian otak yang berbeda. Artinya, setiap kemampuan berdasarkan acuan sebuah kecerdasan karena setiap kecerdasan kognitif berasosiasi dengan aktivitas bagian otak tertentu. Jika yang dimaksud dengan lokalisasi otak adalah beragam kecerdasan bertempat di satu bagian sistem otak berarti multiple intelegences tidak akan bisa di tes. Spencer menyimpulkan, perbedaan permukaan dari kedelapan kecerdasan berlokasi di tempat yang berbeda, tidak berkaitan dengan bagian otak. Pendapat ini didukung oleh data psikometrik yang menunjukkan rendahnya kolerasi antara bagian otak yang mengatur kecerdasan tertentu dengan teori Multiple Intelligences dari Dr Howard Gardner.Spencer Kagan menemukan sedikit kejanggalan pada teori Multiple Intelligences, terutama antara dua permukaan dari kecerdasan logika. Dugaan studi lokalisasi otak menunjukkan eksistensi salah satu kecerdasan misalnya logika/matematika. Hanya 8 persen bagian otak yang aktif merespon tugas tertentu, meskipun kedua kegiatan tersebut melibatkan stimulasi yang sama. Namun, bagian otak yang tidak berhubungan dengan bagian visual spasial, malah meningkat aktifitasnya.
